Jumat, 06 Januari 2012

MENYINGKAP DI BALIK MAKNA PUASA

A.MAKNA PUASA
         PUASA menurut bahasa adalah al imsak (menahan diri).
Muhammad ali ash-shabuni dalam tafsir nya mengatakan ,bahwa shoum menurut bahasa adalah al-imsak ‘anisy sya’iwat tarkulahu ,yang berarti menahan diri dari sesuatu dan meninggal kannya .
Dan puasa menurut bahasa juga berarti al-imsakul muthlak (menahan diri secara mutlak dari segala sesuatu.maka orang yang menahan diri dari bicara (berdiam diri ) pun di sebut juga orang yang shoum (shoimaan) sebagaimana firman allah SWT

للرحمن صو ما فلن اكلم اليو م انسيا ت ر نذانى انى

sesunnguh nya aku telah bernazar berpuasa untuk tuhan yang maha pemuran ,maka telah aku tak akan berbicara dengan seorang pun pada hari ini “.(QS.maryam(19):26)

Menurut fuqoha.kalimat shoum dalam ayat tersebut maknanya menahan diri untuk tidak berbicara. Sedangkan menurut istilah syar’I shoum adalah

الامساك عن الطعا م,والشراب,والجما ع,مع النية من طلو ع الفجر الى غروب الشمس

 menahan diri dari makan ,minum dan berjima’,di sertai dengan niat ,dan di mulai dari terbitnya fajar  shubuh hingga terbenam matahari”(lihat rawaai’ul bayaan tafsirul ayaatil ahkaam minal qur’an,hal.188).
B.MENGAPA PUASA HARUS DI SIANG HARI …?
 Syekh ali ahmad al-jarjawi dalam kitab nya .hikmatut tasyry wa falfasafatuhu,mengatakan ,bahwa amal yang paling utama disisi allah adalah yang paling berat di sisi hambanya oleh karena itulah ,allah taala mewajibkan puasa atas hamba-hambanya di siang hari ,supaya terasa lebih berat oleh seorang hamba ,sehingga akan menghasilkan pahala yang berat puala
            Adapun dimalam hari ,maka suasananya berbeda dengan di siang hari ,dimana manusia bisa beristirahat dengan nyaman ,oleh karenanya ,allah SWT mewajibkan puasa itu di siang hari ,karena apabila puasa dilakukan di malam hari ,maka unsure musyaqqah (berat) tidak akan ada ,padahal musyaqqah itulah yang menyebabkan seorang hamba akan memperoleh pahala yang besar dan magfirah.
C.YANG HARUS DI PER HATIKAN KETIKA PUASA
1.Rukun Puasa
Dari pengertian shaum di atas ,dapat diambil kesimpulan bahwa rukun shaum terdiri dari :
Pertama ,niat di malam hari atau sebelum fajar .
Niat  adalah salah satu rukun dari setiap ibadah ,baik yang wajib maupun yang sunnah.
Adapun waktu dan tempat  niat  adalah pada saat hendak melakukan ibadah-ibadah tersebut.
Para ulama telah sepakat bahwa perbuatan seseorang mu’min tidak di anggap sah dan tidak akan mendapat pahala ,melainkan jika diiringi dengan niat karena allah ta’ala
Allah ta’ala berfirman :

وماامروا الا ليعبدوا الله مخلصين له الدين حنفاء



 “padahal mereka tidak di suruh kecuali supaya menyembah allah dengan memurnikan keta’atan kepadanya dalam (menjalankan ) agama yang lurus “(QS,al-bayyinah(98):5)
Sabda rosullah saw.

انما اعما ل بالنيات وانما لكل امرئ ما نوى

 sesungguh nya setiap amal itu bergantung kepada niat nya,dan setiap orang akan memperoleh balasan sesuai dengan apa yang telah di niatkan nya.”(HR.Bukhari)

 Berkenaan dengan niat dalam shaum sunnah ,pelaksanaannya boleh di lakukan setelah shubuh .
Rasulullah saw bersabda

من لم يبيت الصيا م قبل الفجر فلا صيا م له


 barang siapa yang tidak berniat shaum di malam hari nya ,maka tidak ada baginya pahala shaum “ (HR.An-Nasaai)

من لم يجمع الصيام قبل الفجر فلا صيام له


barang siapa yang tidak berniat shaum sebelum fajar maka shaumnya tidak berfaedah.”(HR.Tirmidzi)

Menurut para ulama maksud hadist tersebut adalah tidak ada pahala bagi orang yang shaum wajib .baik ramadhan .mengqadla shoum ramadhan  atau orang yang melaksakan shaum nadzar ,jika ia tidak berniat pada malam harinya.adapun orang yang melakukan shaum sunnah ,maka boleh baginya berniat setelah shubuh ,pendapat ini di pegang oleh syafi’I .ahmad,dan ishaq.(lihat di sunnah tirmidzi :663)

Kedua menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa
Diantara yang membatalkan pusa adalah makan minum dan berhubungan badan.allah berfirman :

واكلؤاوشربوحتى يتبين لاكم الخيط الابيض من الخيط الاسود من الفجر ثم اتمؤا الصيام الى اليل

 ولا تبا شرو هن وانتم عا كفون فى المسجد تلك حدود الله فلا تقربوها



dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam ,yaitu fajar ,kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam ,(tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu ,sedang kamu ber I’tikaf dalam masjid “(QS.Al-baqoroh (2):187)



2.SUNNAH-SUNNAH  PUASA
a.Makan Sahur
ketika seseorang hendak melaksanakan puasa di anjurkan untuk makan sahur karena dengan makan sahur kekuatan fisik nya akan terbantu selama menjalankan puasa .dan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan  oleh bukhari dan muslim serta yang lain nya ,dari sahabat anas bin malik baginda rosulullah saw mengatakan .bahwa di dalam sahur itu terdapat keberkahan

تسحروافان في السحور بر كة


makan sahurlah kalian ,sesungguh nya di dalam sahur itu terdapat berkah.”(HR.Al-Bukhari dan muslim)

Akan lebih utama jika makan sahur itu di akhirkan waktunya ,sehingga mengurangi rasa lapar dan haus .dalam sebuah hadist dari abu dzar r.a,ia berkata .rosullah saw bersabda.

لا تزال امتي بخير ما عجلوا الافطار وا خروا السحور

manusia senantiasa dalam kebaikan ,selama mereka menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur”(HR,Ahmad)

b.Menyegerakan Berbuka Puasa (Iftar)
menyegerakan berbuka termasuk sunnah puasa ,hal itu di lakukan jika matahari benar-benar telah tenggelam rosullah saw bersabd

لا يزال النا س بخير ما عجلوا الفطر

 manusia senantiasa dalam kebaikan ,selama mereka menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur “(HR.Al-Bukhari,Muslim dan At-Tirmidz)
Dan rosulullah saw mencontohkan ,ketika berbuka puasa beliau makan kurma segar (rutabh) jika beliau tidak mendapatkannya ,maka beliau berbuka dengan kurma kering (tamr) dan jika mendapatkannya pula,maka beliau hanya minum air putih sebelum melaksanakan shalat magrib .
c.Tidak Terlalu Banyak Makan
hanyalah orang puasa yang cerdik yang makan untuk hidup dan hidup untuk makan. Menurut tuntunan islam,sebaik-baiknya makanan adalah yang dapat membantu seseorang dalam beribadah dan bukan sebalik nya .
tidak sedikit orang melaksanakannya puasa,tenggelam dalam kesibukan membuat aneka ragam makanan ,hingga menyita banyak waktu para wanita di dapur ,sampai mereka lalai bahkan hampir tidak sempat melaksanakan ibadah.bahkan biaya yang di keluarkan untuk membeli bahan-bahan makanan jau lebih besar dari hari-hari biasa di luar ramadhan
dengan demikian .bulan ramadhan menjadi bulan subur pertumbuhan lemak dan berbagai macam penyakit .bagi mereka  yang serakah di bulan ramadhan ,maka di rasakan bagikan orang yang tidak pernah makan ,dan minum seperti orang yang tidak pernah minum ,ketika orang lain hendak melaksanakan sholat tarawih ,maka kemalasanpun akan meliputi mereka ,berat rasanya untuk bangun karena tubuh nya penuh sesak dengan makanan ,padahal allah SWT mengingatkan dalam al-Quran.

 وكلؤا واشربؤا انه لايجب المسرقين

makan dan minumlah ,dan janganlah berlebih-lebihan.sesungguhnya allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.(Qs.Al-A’raf(7):31)
Dan baginda rosullah saw pernah mengingatkan kepada kita dalam hadist nya

ما ملا ادمي وعاء شرامن بطن

tiada bejana yang di penuhi oleh anak adam yang lebih buruk dari pada perutnya”(HR.Tirmidzi)
d.Memperbanyak Amal Kebaikan
rosullah saw sangat menganjurkan kepada umat nya selam menjalankan puasa untuk memperbanyak amal kebaikan seperti melaksanakan sholat lima waktu dengan berjamaah .mengeluarkan sebagian harta benda kepada orang-orang yang berhak menerimanya ,memperbanyak sholat sunnah ,membaca al qur’an dan amal kebajikan lainnya .sebagaimana di lakukan oleh rosullah saw dan para sahabatnya di dalam bulan ramadhan dan selainnya .
عن ابن عبا س قا ل كا ن رسو ل الله صلى الله عليه وسلم اجو د النا س و كا ن اجو د ما يكو ن فى رمضا ن حين يلقا ه جبر يل و كا ن يلقا ه فى كل ليلة من رمضا ن فيدا ر سه القران فلر سو ل الله عليه وسلم اجو د با لخير من الر يح المر سلة
dari ibnu abbas r.a,ia berkata ,rasullah saw adalah orang yang paling dermawan (dengan kebaikan),dan beliau lebih dermawan pada bulan ramadhan ketika jibril menemuinya .dania(jibril) menemui nabi saw pada setiap malam di bulan ramadhan ,lalu ia mentadaruskan al-qur’an kepada nabi saw sungguh ,rasullah saw lebih dermawan dengan kebaikan melebihi angin yang bertiup “(HR.Bukhari,muslim,ahmad dan yang lain nya )
e.Menahan Diri Dari Hawa Nafsu
jika di caci maki oleh orang lain ,hendak nya orang yang sedang puasa jangan membalas ejekan dengan hal  yang serupa dan jangan membalas kejahatan orang yang berbuat jahat kepadanya ,tetapi semua itu seharusnya di sikapi dengan penuh kesabaran sehinggah dia mendapatkan pahala dan terhindar dari dosa ,sesuai dengan salah satu nilai yang terkandung dalam puasa itu sendiri ,yaitu melatih kesabaran . rasulullah saw bersabda

 فان امرو قا تله او شاتمه فليقل انى صا ئم انى صا ئم

 

jika ada seseorang yang mengajaknya berperang (berkelahi) atau memakinya ,maka hendak nya ia (orang yang hendak berpuasa )mengatakan :aku sedang puasa ,aku sedang puasa (HR.Bukhari,Abu daud dan Ahmad)
Hendak nya puasa tidak membuat kita keluar dari kebiasaan. Misalnya  cepat marah dan emosi hanya karena persoalan sepele,dengan dalih bahwa kita sedang puasa ,namun sebaliknya ,puasa harus membuat jiwa kita tenang dan tidak emosional .
Dan jika kita di uji dengan seseorang yang jahil atau pengumpat .jangan kita hadapi dia dengan hal yang serupa .akan tetapi kita berikan nasehat kepadanya  dan menolaknya dengan cara yang baik .

f.Membaca Doa Ketika Berbuka
iman abu daud meriwayatkan hadist dari ibnu umar r,a. bahwa ia berkata ,nabi saw apabila beliau berbuka puasa mengu capkan

ذهب الظما وابتلت العروق وثبت الاجر ان شاء الله

telah hilang dahaga,urat-uratpun menjadi basah dan pahala pun pasti .insya allah
Dalam hadist lain ,beliau biasa membaca do’a.

اللهم لك صمت وعلى رزقك افطرت.

ya allah! Karena mu aku berpuasa dan atas rezki mu aku berbuka “(HR,Abu daud)
3.YANG MEMBATALKAN PUASA
 Ada beberapa hal yang membatalkan puasa ,dan ketentuan tersebut berlaku dalam segala bentuk puasa ,di antaranya :
a.Makan dan minum dengan sengaja
berdasarkan rukun puasa yang telah di sebutkan sebelumnya maka apabila orang yang sedang puasa,makan dan minum dengan sengaja,berarti puasanya batal ,akan tetapi jika makan atau minum di karenakan luapa atau dipaksa untuk berbuka ,maka puasa nya tetap terpelihara (tidak batal) hal tersebut berdasarkan kepada keterangan beberapa  hadist diantaranya :

عن ابي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال اذا نسي فاكل وسرب فليتم صومه فا نما اطعمالله وسقاه.

dari abu hurairah r.a ia berkata rasullah saw bersabda ;”barang siapa yang lupa ,lalu ia makan dan minum ,maka hendak nya menyempurnakan puasanya ,karena sesungguhnya ia diberi makan dan minum oleh allah” (HR.Muslim)

menurut imam tirmidzi pendapat tersebut di pegang oleh mayoritas ulama,antara lain sufyan ats-tsauri.syafi’i.ahmad ishaq dan lainnya .
b.Melakukan jima’(bersenggama) di siang hari .
firman allah swt,

احل لكم ليلة الصيا م الرفث الى نسا ئكم هن لباس لكم وانتم لباس لهن علم الله انكم كنتم تختا نو ن انفسكم فتبا عليكم وعفا عنكم فا لان با شرو هن وابتغوا ما كتب الله لكم وكلوا واشربوا حتى يتبين لكم الخيط الابيض من الخيط الاسواد من الفجر ثم اتمؤا الصيام الى اليل ولا تبا شروهن وانتم عاكفون في المساجدتلك حدود الله فلا تقربوها كذلك يبين الله ءايا ته للناس لعلهم يتقون.

dihalalkan bagi kamu pada malam hari puasa bercampur dengan istri-istri kamu ,mereka itu adalah pakaian ,dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka allah mengetahui bahwasannya  kamu tidak dapat menahan nafsumu ,karena itu allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu ,maka sekaran campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan allah untuk mu ,dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam ,yaitu fajar .kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam ,(tetapi ) janganlah kamu campuri mereka itu ,sedang kamu berI’tikaf dalam masjid ,itulah larangan allah ,maka janganlah kamu mendekatinya ,demikian lah allah menerangkan ayat-ayat nya kepada manusia ,supaya mereka bertaqwa”(QS.Al-Baqarah(2):187)
Ayat tersebut menjelaskan ,bahwa allah SWT hanya membolehkan kepada para suami untuk menggauli istri-istri mereka di malam hari saja.hal itu merupakan karunia sekaligus sebagai rukhshah yang di berkahi allah SWT kepada kaum muslimin yang sedang melaksanakan puasa ,terutama puasa ramadhan ,dan hal itu membuktikan kasih sayang nya tidak pernah terputus.
c.Memasukkan makanan kedalam perut
termasuk dalam hal ini adalah yang semacam dengan makanan dan minuman ,seperti obat-obatan ,pil yang di telan lewat tenggorokan  atau di infus ,demikian pula dengan transfusi darah (lihat sab’uuna masa’alatan fi shiyaamil/syekh Muhammad shalih al munajjid)
d.Mengeluar kan air mani
hal tersebut di lakukan dalam keadaan terjaga baik dengan sebab istimna’(mengeluarkan mani dengan tangan )bersentuhan ,ciuman atau sebab lain nya dengan sengaja.
e.Keluarnya darah haid atau nifas
manakala seseorang wanita mendapati darah haid atau nifas ,maka puasanya batal ,baik pada pagi hariatau sore hari sebelum terbenam matahari ,berdasakan ijmak para ulama’

f.Muntah dengan sengaja
dengan mengeluarkan makanan atau minuman dari perut melalui mulut.hal ini di dasarkan pada sabda nabi saw
من ذ ر عه القيء فليس عليه قضاء ومن استقاء عمدا فليقض.
barang siapa yang muntah tanpa sengja maka tidak wajib qadha,sedang barang siapa yang muntah dengan sengaja maka wajib qodlo’”(HR,ahmad ,abu dawud,ibnu majah ,dan tirmidzi)
Bedasarkan hadis tersebut ,apabila seseorang yang muntah dengan tidak sengaja ,maka puasanya tetap terpelihara (tidak batal),sehingga tidak harus di qodlo’
            Tetapi ,apabila muntah nya dengan sengaja ,maka puasa nya menjadi batal ,sehingga ,ia harus mengqodlo’nya
g.Murtad dari islam (semoga allah melindungi kita darinya)
            Perbuatan ini mengpuskan  segala amal kebaikan, termasuk di dalamnya puasa. Firman Allah ta’ala
ولو اشر كوا لحبط عنهم م كا نوا يعملون.
Seandainya  mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan”(QS.Al-An’aam (6):88)

h.Berniat berbuka
            Barangsiapa yang berniat berbuka padahal ia sedang puasa,maka puasanya batal, sekalipun tidak makan atau minum. Karna sesungguhnya niat adalah salah satu rukun dari pada puasa.
Rasulullah saw bersabda,

انماالاعمال با النيات وانمالكل امرئ ما نوئ.

sesungguhnya perbuatan itu bergantung kepada niat,dan setiap orang akan diberikan balasan sesuai dengan apa yang diniatkannya.”(HR.Bukhari)
            Semua hal yang membatalkan puasa selain haid dan nifas tidak menjadikan puasa seseorang batal kecuali ada tiga syarat, yaitu, orang tersebut mengerti dan bukan orang jahil (bodoh), ingat dan tidak lupa, pilihannya sendiri dan bukan karena dipaksa.
4.ETIKA PUASA
            Urgensi etika dalam puasa
            Bagi orang yang hendak melaksanakan puasa ,baik wajib maupun sunnah ,hendak nya ia memperhatikan etika-etika(adab) dalam melaksanakan pusa yang merupakan tuntunan allah dan rasu nya ,sehingga puasa yang ia kerjakan menjadi puasa yang mabrur dan mqbul (diterima).
            Tidak sedikit orang yang gagal dalam  melaksanakan puasa ,dikarenakan kurang memperhatikan aturan hokum pelaksanaannya,tidak berusaha untuk mempelajari ilmunya,bahkan ada sebagian orang yang mengabaikan beberapa ketentuan yang bersifat pokok ,bagi mereka yang terpenting adalah gugur kewajiba ,atau merasa cukup dengan pekerjaan puasa yang bersifat seadanya ,sehingga wajar kalau rasullah saw mengngatkan dalam beberapa hadistnya:

عن ابى هريره رضي الله عنه قال:قال رسو ل الله صلى الله عليه وسلم من لم يدع قول الزور

ولعمل به فليس لله حا جة فى ان يدع طما مه وشرا به.

Dari abu hurairah r.a ,ia berkata ,rasullah saw telah bersabda “barang siapa yang tidak meninggalkan ucapan dusta dan (tetap) melakukannya ,maka allah tidak akan menghiraukan dia meninggalkan makanan dan minumannya “(HR.bukhari)

عن ابى هريره قال:قال رسو ل الله صلى الله عليه وسلم رب صا ئم ليس له من صيامه الا الجوع ورب قا ئم ليس له من قيامه الا السهر.

Dari abi hurairah r.a,ia berkata ,rasullah saw  telah bersabda “betapa banyak orang yang puasa ,ia tidak mendapatkan apapun dari puasa nya  melaikan hanya rasa lapar ,dan betapa banyak orang yang mendirikan sholat (tarawih) ia tidak mendapatkan apapun dari sholatnya ,melaikan rasa letih karena tidak tidur “(HR.Ibnu Majah)
Hujjatul islam ,imam al ghazali –rahimahullah –membagi shaum dari segi etika atau adab kepada tiga kata gori :
            Pertama ,shaum umum (awwam)
            Yaitu puasanya hamba-hamba allah SWT yang hanya dapat meninggalkan makan ,minum dan berhubungan badan saja.
            Rasullah saw telah bersabda
رب صا ئم ليس له من صيا مه الا الجوع.
“Betapa banyak orang yang puasa ,ia tidak mendapatkan apapun dari puasanya melainkan hanya lapar” (hr.ibnu majah).
            Yaitu puasa nya hamba-hamba allah yang bukan hanya meninggalkan makan ,minum dan berhubungan badan saja,melainkan ia berupaya untuk menjaga anggota badannya dari hal-hal yang di larang oleh allah swt
            Puasa khusus adalah menahan perut dan farji ,menahan pendengaran dari perkataan –perkataan yang di haramkan mendengarkannya ,dan menahan anggota tubuh yang lainnya dari hal-hal yang di haramkan itulah puasa orang-orang saleh.
PENUTUP
Kesempurnaan hanyalah milik allah SWT semata,adapun manusia sebagai hamba hanya bisa berusaha dan berdo’a maka penulis sangat menyadari bahwa hasil tulisan ini sangat jauh dari kesempurnaan ,namun demikian penulis berharap kepada allah SWT agar buku ini dapat bermanfaat ,khusus nya bgi penulis sendiri dan bagi umat islam pada umum nya
            Dengan makalah sederhana ini , paling tidak penulis cukup merasa bangga, karena sudah bisa berusaha untuk memberikan konstribusi kepada umat ,walaupun dengan segala kekurangan dan keterbatasan .
            Penulis yakin ,bahwa pribahasa yang mengatakan ,”tidak ada gading yang ta’ retak .”masih akan terus menyertai kehidupan manusia,oleh karnanya penulis mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca yang budiman demi kemaslahatan penulis dalam karya berikutnya            
            Akhirnya ,penulis berharap dan memohon kepada allah SWT,agar tulisan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca ,dan dia menjadikananya sebagai tambahan timbngan amal kebaikan kami disisi nya ,wallah hu a’lam bishowab .










DAFTAR PUSTAKA
·        Al- qur’anul karim
·        Rawaai’ul bayan tafsir ayatul ahkam minal qur’an ,Muhammad ali ashobuni ,jilid pertama
·        Qobas min nuuril qur’an ,Muhammad ali ashobuni jilid pertama
·        Shakhih al-bukhori
·        Shakhih muslim
·        Sunan abu dawud
·        Sunan turmidzi
·        Sunan An-nasa’I
·        Sunan ibnu majah
·        Sunan Ad-Dharimi
·        Musnad ahmad
·        Al-muwatho’ imam malik




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar